PRMPKH dan Dinas Pertanian Tinjau Keureuweung untuk Menghidupkan Lahan Persawahan Swasembada Pangan
Aceh Besar – Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan Dan Kesehatan Hewan (PRMPKH/BRMP PKH) Dr. drh. Agus Susanto, M.Si bersama PLT Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Imam Munandar, S.TP melakukan peninjauan langsung ke kawasan Keureuweung Blang, Kabupaten Aceh Besar, untuk melihat potensi pengembangan lahan pertanian sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam mendukung peningkatan produksi pangan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau hamparan lahan yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai areal cetak sawah. Kawasan Keureuweung Blang tercatat sebagai salah satu lokasi dengan luasan lahan terbesar di Kabupaten Aceh Besar, mencapai sekitar 310 hektare, sehingga memiliki peluang strategis dalam mendukung program peningkatan luas tanam dan swasembada pangan nasional.
Masyarakat setempat menyampaikan harapan agar pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut. Menurut warga, potensi lahan yang besar masih terkendala oleh keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, terutama ketersediaan sumber air untuk irigasi. Kendala utama yang ada di lokasi adalah keterbatasan air dan infrastruktur pendukung.
Menindaklanjuti hasil survei tersebut PLT Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar menyampaikan bahwa akan dilakukan survei geolistrik sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi potensi ketersediaan air tanah di kawasan Keureuweung Blang. Hasil survei tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan upaya penyediaan sumber air yang tepat guna mendukung pengembangan lahan pertanian secara berkelanjutan.
Melalui peninjauan lapangan ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah teknis yang tepat dalam mendukung optimalisasi lahan pertanian di Kabupaten Aceh Besar. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pengembangan kawasan pertanian yang produktif, berkelanjutan, serta mampu mendukung program swasembada pangan nasional. (ft)